malam td gwe latihan dengan penuh smangat.(awalnya)
walaupun pas gwe datang ke gor, pelatih gwe sudah menyiapkan hukuman untuk gwe karna gwe telah bebrapa kali kabur dari latihan tnpa sepengetahuan beliau.

semangat....semangat....dan terus semangat walau terkena hukuman drilling 250 shuttlecock dan lari 30 putaran lapangan.
dengan ambisi lolos di kejurcab PBSI DKI bulan ini, gwe trus bersemangat untuk latihan.
latihan kali ini gwe datang agak telat. jam 20:30 gwe baru tiba di gor.
sesi pertama menjalankan hukuman dulu. (aku tetap semangat)
sesi kedua drilling shuttlecock. (aku pun masih tetap semangat)
sesi ketiga teknik dan pola permainan (masih memiliki semangat)
sesi ke empat stroke and play part 1(makin bersemangat dan menang)
sesi rest. curi2 waktu untuk bercanda sambil smsan sm tman.
sesi ke enam stroke and play part 2 (entah mengapa semangat itu hilang)
sesi rest terakhir sebelum pulang (perasaaan itu muncul kembali dan menghancurkan semua harapan)
aku mencoba untuk tetap menjadi biasa.
aku pun pulang.
kelelahan tak terasa lagi. tertutup oleh perasaan itu.
berteman dengan kesakitan hati ini tiba2 menjadi lebih dekat.
aku mencoba untuk senang, namun aku tak bahagia.
aku mencoba untuk ceria, namun aku tak tersenyum.
aku mencoba untuk tegar, namun sebenarnya hati ini rapuh.
aku mencoba untuk bersemangat, namun jiwa ini tak bertenaga.
kenapa dengan ini semua?
kenapa aku?
kenapa aku harus tahu?
kenapa aku harus merasakan?
aku hanyalah pecundang yang mencoba untuk menjadi berani.
tapi untuk apa?
itu semua percuma.
andaikan pun aku berani itu tidak akan pernah menjadikan hidupku ini menjadi indah.
apa yang harus aku lakukan sekrang?
apa aku harus mencoba menjadi biasa?
apa aku harus terus mengikuti perasaan itu?
aku tak sanggup lagi.
ingin berucap tapi bibir ini terasa kaku.
ingin berpikir tapi otak ini slalu di penuhi dengan perasaan takut kehilangan.
ingin meneruskan tapi terlalu bnyak tantangan yang sudah pasti mengalahkan ku.
aku memang tak seperti mereka.
mungkin ini sudah takdir yg harus kujalani
dan "perasaan itu muncul kembali"